INVESTASI POHON JABON



Investasi Pohon Jabon, Bagaikan Menanam Emas Batangan

Hanya Dengan MODAL MINIMAL, Nikmati PROFIT hingga lebih dari 500%
Ada banyak sekali jenis investasi di luar sana mulai dari Investasi Emas, Properti, Waralaba, Saham, Valas, dll. Akan tetapi, bukan investasi itu semua yang ingin kami bagikan kepada anda, melainkan investasi di bidang Agribisnis perkebunan, namun bukan juga investasi perkebunan jati, sawit, karet, dan lain lain, melainkan investasi kayu jabon / pohon jabon dimana dengan modal minimal dan waktu yang cukup singkat dengan tingkat resiko yang rendah, anda bisa menikmati keuntungan hingga lebih dari 500%

KENAPA INVESTASI DI BIDANG KAYU?

FAKTA:
Kayu adalah komoditas terbesar ketiga yang diperdagangkan di dunia setelah minyak mentah dan gas (200 milyar € / tahun)
Komoditas Kayu tidak terpengaruh oleh inflasi, ketika harga turun maka bisa menunda masa panen.
Kenaikan rata-rata komoditas kayu minimum 10% / tahun
Deforestasi besar-besaran terjadi di dunia, hutan alam tropis kira-kira seluas lapangan bola hilang setiap hari dan mencapai total 13 juta hektar per tahunnya. Sehingga dengan anda menanam kayu, anda turut melakukan perubahan yang dimulai dari diri anda sendiri sembari berbisnis.

KESIMPULANNYA ADALAH: INVESTASI KAYU JELAS PASTI MENGUNTUNGKAN

Namun yang jadi pertanyaan besar adalah :
BUKANNYA INVESTASI KAYU SUSAH? BAGAIMANA DENGAN PERIZINAN
dan apakah tidak ILLEGAL LOGGING?

Dapat dipastikan bahwa kebutuhan kayu semakin hari akan terus bertambah, tetapi jumlah kayu di hutan alam semakin hari semakin terus berkurang diakibatkan karena semakin maraknya illegal logging, maka dari itu pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan penebangan kayu dari hutan alam.
Mungkin anda berpikir bahwa sama juga bohong kalau anda menjelaskan panjang lebar tentang kelebihan dari investasi kayu namun kita sudah sulit atau bahkan tidak bisa menebang kayu dari hutan alam? Jangan khawatir! Ada kabar gembira buat anda, pemerintah telah menerbitkan PP no.6 tahun 2007 yang inti isinya adalah mengenai HTR ( Hutan Tanaman Rakyat), dimana ada HTR pola mandiri dan untuk jenis HTR diberikan kebebasan untuk memilih jenis tanamannya, namun disarankan untuk menanam tanaman dengan umur pendek sekitar 8 tahun dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi serta mudah dalam pemasarannya.

Kami menyarankan untuk menanam / investasi pada kayu jabon / pohon jabon

KAYU JABON? MENGAPA?
Fast Growth Tree yang bisa dipanen dalam usia 5-7 tahun dengan ciri berbatang silinder, bebas cabang sampai 60% dari tinggi kayu, self pruning (kecenderungan untuk merontokkan cabangnya sendiri), minim mata kayu, dan mudah untuk dikeringkan, serta sampai sekarang hanya ada hama yang memakan daunnya saja, tidak kepada batangnya,termasuk tumbuhan pionir yang dapat tumbuh di lahan terbuka/kritis seperti tanah liat, tanah lempung podsolik coklat dan tanah berbatu.
Dipakai untuk sektor industri yakni kayu lapis karena minim mata kayu, bentuk batang yang silindris, bebas cabang, diameter besar dan memiliki serat lurus,serta mudah dikeringkan  yang terdapat dalam karakteristik pohon jabon.

Konstruksi bahan bangunan yang konon dulunya banyak menggunakan bahan baku kayu pinus dan kayu konifer, sejak jabon dibudidayakan, banyak pabrik yang beralih kepada jabon karena struktur kayu yang ringan dengan tingkat kekuatan yang cukup baik  yang sangat diminati oleh Negara Jepang karena banyaknya bencana alam yang terjadi di negara tersebut.
Digunakan untuk pulp karena karakteristik kontur warna Jabon yang berwarna putih serta memiliki nilai artistik karena seratnya yang bisa digunakan variasi oleh arsitektur.
Semakin menipisnya jumlah kayu jati sebagai bahan baku industri mebel, menjadikan kayu jabon sebagai suatu alternatif mengingat kualitas kayu Jabon yang memiliki tingkat keras level 3 yang memenuhi persyaratan industri mebel.

Digunakan untuk industri korek api, furniture, mainan anak-anak.
Bukan kayu yang dilindungi, dan tidak membutuhkan perizinan dalam penebangannya serta memiliki fungsi ekonomis yakni berbisnis dan fungsi sosialis, menyembuhkan lahan kritis di Indonesia dan menyejahterakan masyarakat di desa dengan memanfaatkan lahan non marginal.

KEUNTUNGAN:
Harga kayu jabon per kubik (PERHUTANI) :
1    Diameter 30-39 cm    Rp 1.000.000,-
2    Diameter 40-49 cm    Rp 1.100.000,-
3    Diameter > 50 cm    Rp 1.200.000,-
Harga ini diprediksi akan mengalami kenaikan seiring dengan tingkat kebutuhan dan permintaan yang semakin bertambah tiap tahunnya, sedangkan persediaan kayu jabon alam semakin lama semakin terbatas. (semoga bermanfaat)

Menanam Jabon Bagaikan Menanam Emas


Jabon (Anthocephalus cadamba) Merupakan salah satu jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ketinggian 0 – 1000 m dpl
Saat ini Jabon menjadi andalan industri perkayuan, termasuk kayu lapis, karena Jabon memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan tanaman kayu lainnya termasuk sengon/albasia. Dari hasil uji coba yang telah dilakukan, keunggulan tanaman jabon dapat diuraikan dari beberapa sisi, diantaranya adalah:
diameter batang dapat tumbuh berkisar 10 cm/th
Masa produksi jabon yang singkat – hanya 4 – 5 tahun
Berbatang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus
Tidak memerlukan pemangkasan karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok sendiri (self purning)

PERTUMBUHAN
pertumbuhan sangat cepat dibandingkan dengan kayu keras lainnya termasuk bila dibandingkan dengan sengon (albasia), Jabon tergolong tumbuhan pionir sebagaimana sengon. Ia dapat tumbuh di tanah liat, tanah lempung podsolik cokelat, atau tanah berbatu. Sejauh ini jabon bebas serangan hama dan penyakit, termasuk karat tumor yang kini banyak menyerang sengon.

BATANG
Ciri dan karakteristik batang jabon adalah : Permukaan kayu licin serta arah tegak lurus, berwarna putih kekuningan mirip meranti kuning, batang mudah dikupas, dikeringkan, direkatkan, bebas dari cacat mata kayu dan susutnya rendah.

PENANAMAN dan PERAWATAN
Jabon merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan berkembang tidak memerlukan banyak perlakuan khusus dalam budidayanya.

PEMASARAN
Karena jenis kayunya yang berwarna putih agak kekuningan dan tanpa terlihat seratnya, maka kayu jabon sangat dibutuhkan oleh industri kayu lapis (plywood), industri meubel, pulp, produsen peti buah, mainan anak-anak, korek api, Alas sepatu, Papan, Tripleks. Hal inilah yang menyebabkan pemasaran kayu jabon sama sekali tidak mengalami kesulitan.

NILAI EKONOMI
Budidaya tanaman jabon akan memberikan keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius dan benar.  Perkiraan dalam 4 – 5 tahun mendatang, diperoleh dari penjualan 625 pohon berumur 4 – 5 tahun sebanyak 800 – 1.000 m3 per ha.  Prediksi harga jabon pada 5 tahun mendatang Rp1,2-juta/m3. Dengan harga jual Rp1,2-juta per m3 dan produksi 800 m3, maka omzet dari penanaman jabon mencapai Rp960-juta per ha. Saat ini harga per m3 jabon berumur 4 tahun mencapai Rp716.000; umur 5 tahun, Rp837.000. Andai harga jabon tak terkerek naik alias Rp716.000 per m3, maka omzet dari budidaya jabon ‘hanya’ Rp572.800.000.

PELUANG INVESTASI
Menanam jabon bagaikan menanam emas, sebab kebutuhan kayu akan terus meninggi, karena saat ini pemerintah melarang penggunaan kayu bulat hasil tebangan hutan alam, akibatnya banyak industri tutup akibat kekurangan pasokan kayu, jadi pada masa mendatang, harga kayu jabon akan semakin meningkat terus. (pen)